Sabtu, 07 Mei 2016
ATURAN MAIN DALAM UTANG PIUTANG..
Islam tidak melarang adanya utang, yang larang keras dan diharamkan adalah RIBA (Semua utang dengan kelebihan bayar/manfaat). Walaupun jelas siapapun pasti tidak mau punya utang dalam bentuk apapun.. Karena Nabi sudah mengingatkan, "Utang membuat kegelisahan di malam hari dan kehinaan di siang hari", apalagi utang RIBA.. Kehinaan dan kegelisahannya bisa level kuadrat!
Hebatnya, dalam masalah utang ini, islam memberikan pagar-pagar yang sangat jelas untuk diikuti agar tidak dilanggar dan tidak merusak silaturahmi..
Susah? Hehe saya pun mengalami.. Sampai tahun 2011 ada 13 orang yang berutang kepada saya malah gak ada kabarnya. Saya yang mengutangi, saya yang dijauhi.. Uangnya gak kembali, putus juga silaturahmi. Fiuuuh!!
Moment itu yang saya jadikan titik balik sebuah prinsip, saya tidak ada memberi utangan lagi.. Jika pas ada membantu saja secukupnya.
Nasehat dari pak Ustadz, jika piutang yang dulu belum terbayar kita ikhlaskan lebih baik diikrarkan kepada orang yang berutang kepada kita, biar akadnya jelas, dari utang jadi sedekah.. Walaupun kadang agak sulit juga, biasanya yang hobinya ngutang terus menghilang, nomer HP gonta ganti gak jelas juntrungan! Hehe..
Silahkan dipelajari adab-adab utang di bawah ini, saya share dari group kawan-kawan yang sedang hijrah:
1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة 282
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282)
2. Jangan pernah berniat tidak melunasi utang.
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة 2410
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)
3. Punya rasa takut jika tidak bayar utang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ " . رواه مسلم 1886
"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang". (HR Muslim)
4. Jangan merasa tenang kalau masih punya utang.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ " . رواه ابن ماجة 2414
"Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham." (HR Ibnu Majah ~ shahih)
5. Jangan pernah menunda membayar utang.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ". رواه البخاري 2287 ، مسلم 1564 ، النسائي 4688 ، ابو داود 3345 ، الترمذي 1308
"Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman." (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)
6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar utang.
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ". رواه البخاري 2392 ، مسلم 1600 ، النسائي 4617 ، ابو داود 3346 ، الترمذي 1318
"Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)
7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran utang.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ " . رواه ابن ماجة 2202 ، النسائي 4696
"Allah 'Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang." (HR An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
8. Jangan pernah meremehkan utang meskipun sedikit.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ". رواه الترمذي 1078 ، ابن ماجة 2506
"Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan." (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi utang.
قَالَ " إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ". البخاري 2397 ، 833 ، مسلم 589 ، ابو داود 880 ، النسائي 5472 ، 5454
"Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar." (HR Bukhari dan Muslim)
10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.
...وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا... سورة الإسراء 34
"... Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban .." (QS Al-Israa': 34)
11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi utang.
وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ " . رواه النسائي 2567 ، ابو داود 5109
"Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya." (HR An-Nasa'i dan Abu Dawud)
-------------
Tetap azzamkan hidup tanpa utang! Azzam... Cita-cita yang mentok dan full power untuk hidup zero utang! Bangun pagi... Subuhan... Gak mikir utang sama sekali.. Pikiran seger, tenaaang, fresh, energi penuh untuk fokus membangun usaha atau kerja dan memberikan manfaat untuk sesama..
Mainkan!!
2 HARI KYAI TAKLUKKAN RIBA
Tulisan mas Pujiono di Purwokerto.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Saya kenal dengan beliau (seorang kyai) sudah 10 tahun, satu ketika tepatnya di bulan Februari 2015 setelah saya ikut seminar Pengusaha Tanpa Riba, beliau saya ajak diskusi tentang utang dan riba, ternyata beliau punya utang ke Bank sudah 12 tahun, dan utangnya cukup lumayan sampai beliau sudah 2 tahun tidak bisa mencicil hutangnya, sudah di datangi pegawai Bank berulang kali sampai bosan katanya..
Yang dijadikan agunan adalah sertifikat rumah beliau, sampai istrinya marah kepada pegawai bank "silahkan rumahnya di sita!”
Memang kyai ini pintar saat sering saya ajak diskusi tentang utang dan riba, beliau selalu mencari dalil pembenaran, bahasa halus "the ngeyeler” hehe!
Singkat cerita tanggal 25 Februari 2016 saya ajak beliau ke sebuah acara di Jogja tema "fiqih muamalah" yang di isi Ustadz Sidiq Al Jawi, beliau mulai tersinggung… hehe! selanjutnya tanggal 28 Februari saya ajak lagi beliau di acara seminar Pengusaha Tanpa Riba di Hotel New Saphir Jogja sehari full pagi sampai sore!
Beliau merasa tertampar oleh materi Ustadz Samsul Arifin dari Syariah Business Coach, dilanjut sorenya di hajar lagi babak belur oleh pembicara tamu mas Saptuari dengan bahasa khasnya, yang membawakan materi “Kembali Ke Titik Nol” kisah-kisah nyata orang yang berubah hidupnya setelah taubat dari riba.
Setelah acara selesai kami pulang ke Purwokerto, dari lokasi acara naik bus. Sepanjang perjalanan di dalam bus beliau diam tidak keluar satu katapun, hingga kami sampai tujuan, padahal berangkatnya perjalanan 3 jam Purwokerto-Jogja naik kereta beliau full tausiyah.
Alhamdulillah kemarin jam 12 siang saya dapat berita beliau baru pulang dari bank untuk eksekusi melunasi hutangnya, entah dapat uangnya darimana, apa beliau menjual hartanya atau dapat bantuan dari saudara. Beliau dapat info kalau saya mau berangkat ke Malang, tadi jam 15.00 ketemu saya di kantor dan beliau berkata:
”Alhamdulillah Ji, utangku neng bank wis tak lunasi, lan Alhamdulillah aku oleh rezeki di wei motor Honda Supra kon dijukut siki sadurunge maghrib”.
Syukron untuk Ustadz Samsul Arifin, mas Saptuari dan teamnya yang sudah menyampaikan ilmunya, akhirnya seorang Kyai dalam 12 hari sanggup melepaskan jeratan utang dan ribanya setelah ikut acara Pengusaha Tanpa Riba.
Salam juga dari pak Kyai untuk mas Musa, mas Ryan, dan team dari Malang yang kemarin ketemu beliau, kebetulan Kyai tersebut asli Malang..
Matur nuwun..
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Saya kenal dengan beliau (seorang kyai) sudah 10 tahun, satu ketika tepatnya di bulan Februari 2015 setelah saya ikut seminar Pengusaha Tanpa Riba, beliau saya ajak diskusi tentang utang dan riba, ternyata beliau punya utang ke Bank sudah 12 tahun, dan utangnya cukup lumayan sampai beliau sudah 2 tahun tidak bisa mencicil hutangnya, sudah di datangi pegawai Bank berulang kali sampai bosan katanya..
Yang dijadikan agunan adalah sertifikat rumah beliau, sampai istrinya marah kepada pegawai bank "silahkan rumahnya di sita!”
Memang kyai ini pintar saat sering saya ajak diskusi tentang utang dan riba, beliau selalu mencari dalil pembenaran, bahasa halus "the ngeyeler” hehe!
Singkat cerita tanggal 25 Februari 2016 saya ajak beliau ke sebuah acara di Jogja tema "fiqih muamalah" yang di isi Ustadz Sidiq Al Jawi, beliau mulai tersinggung… hehe! selanjutnya tanggal 28 Februari saya ajak lagi beliau di acara seminar Pengusaha Tanpa Riba di Hotel New Saphir Jogja sehari full pagi sampai sore!
Beliau merasa tertampar oleh materi Ustadz Samsul Arifin dari Syariah Business Coach, dilanjut sorenya di hajar lagi babak belur oleh pembicara tamu mas Saptuari dengan bahasa khasnya, yang membawakan materi “Kembali Ke Titik Nol” kisah-kisah nyata orang yang berubah hidupnya setelah taubat dari riba.
Setelah acara selesai kami pulang ke Purwokerto, dari lokasi acara naik bus. Sepanjang perjalanan di dalam bus beliau diam tidak keluar satu katapun, hingga kami sampai tujuan, padahal berangkatnya perjalanan 3 jam Purwokerto-Jogja naik kereta beliau full tausiyah.
Alhamdulillah kemarin jam 12 siang saya dapat berita beliau baru pulang dari bank untuk eksekusi melunasi hutangnya, entah dapat uangnya darimana, apa beliau menjual hartanya atau dapat bantuan dari saudara. Beliau dapat info kalau saya mau berangkat ke Malang, tadi jam 15.00 ketemu saya di kantor dan beliau berkata:
”Alhamdulillah Ji, utangku neng bank wis tak lunasi, lan Alhamdulillah aku oleh rezeki di wei motor Honda Supra kon dijukut siki sadurunge maghrib”.
Syukron untuk Ustadz Samsul Arifin, mas Saptuari dan teamnya yang sudah menyampaikan ilmunya, akhirnya seorang Kyai dalam 12 hari sanggup melepaskan jeratan utang dan ribanya setelah ikut acara Pengusaha Tanpa Riba.
Salam juga dari pak Kyai untuk mas Musa, mas Ryan, dan team dari Malang yang kemarin ketemu beliau, kebetulan Kyai tersebut asli Malang..
Matur nuwun..
DUA PALING ATAS ITU YANG PALING NGERI
Kalo kamu pernah sholat di Masjid Daarut Tauhid Bandung pasti melihat jamaah yang rapi mengatur alas kakinya. Sepatu dan sandal berbaris rapi, memudahkan ketika nanti diambil lagi. Walaupun tampilan seperti etalase sandal sepatu di toko bakal memudahkan orang klepto untuk memilih dan mengambilnya, hehe..
Eits walau sudah dikasih tulisan takmirnya: DILIHAT ALLAH, DICATET MALAIKAT, DIREKAM KAMERA CCTV... Pasti tetep aja ada yang ilang, ini soal mental..
Terus bagaimana dengan hidup kita kalo tulisan itu ditempel di jidat? Aaah gak ngefek.. Kalo lagi butuh... kepepet, yang bisa dicolong pun diembat! Yang bisa dikorupsi langsung disikat! Yang bisa ditilep jelas disunat!
Tapi cobalah kita masukkan tulisan peringatan itu ke hati. Bahwa hidup harus hati-hati, karena Allah selalu mengawasi..
Hukum Allah itu ada bro, keburukan akan berbalas kehancuran, kebaikan akan berbalas keberkahan..
Ayatnya ada lho, bukti kalo kita dikawal malaikat kemana-mana:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.."
(Al-Qur'an Ar-Ra`d:11)
Hari ini awal memulai hari, berangkat mencari rejeki.. Ingat Allah melihat, malaikat mencatat, gak direkam CCTV buatan manusiapun Allah punya rekamannya untuk dipertanggungjawabkan kelak..
Jangan mengambil harta yang bukan hak kita, di dunia sudah membawa bencana, di akherat bagaimana pula?
Jangan mendzolimi orang lain berbisnis dengan cara haram, ingeeet ada neraka jahanam..
Jangan mainan riba demi gaya hidup dan pamer belaka, waspada janji Allah akan memusnahkan harta riba..
Kejar terus kebaikan demi kebaikan, buat sibuk malaikat pencatat di sebelah kanan..
biarkan malaikat di sebelah kiri jadi jadi pengangguran..
Salam,
PARA PEMBURU SUBUH
Saya tanya, kita jawab bareng-bareng:
+Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
"Allah.."
+Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?
"Yakiiiinn... Seyakin-yakinnya!"
+tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan dimana? Jamaah atau enggak?
"Tiba-tiba hening..."
Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim725).
Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!
Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...
Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu. Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"
Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam. Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya. Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota. Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.
Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid. Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.
"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah.. Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"
Masya Allah.. Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah. Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya. Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..
Di lain waktu, Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja.. Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"
Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.
Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar. Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya... Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.
Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta. Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki. Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..
Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..
Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..
Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini. Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.
Sungguh saya iri kepada para pemburu subuh.. Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil.. Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.
Meninggalkan jauh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat..
INILAH SATU BUKTI, KENAPA RIBA DILAKNAT ALLAH DAN NABI..
Minggu pagi yang menyesakkan, pesan masuk dari Faisal salah satu kurir di #SedekahRombongan ke HP saya. Pasien diabetes akut yang baru akan kami santuni hari ini sudah meninggal dunia. Padahal baru kemarin sore dana kami cairkan agar bisa segera dibawa ke rumah sakit..
Foto yang dikirim dua hari lalu itu bikin nyesek yang melihat. Seorang ibu yang tidur di lantai, menahan sakit berbulan-bulan tidak punya ongkos berobat. Suaminya buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak tentu dan pas-pasan. Mereka harus berutang kepada sebuah "koperasi simpan pinjam"..
Istilah yang bagus, walaupun ada istilah keren dari para mantan debt colector yang saya kenal... Apa itu? RBH "Rentenir Berbadan Hukum!" kata mereka..
Buruh bangunan itu menggadaikan rumah satu-satunya yang berlantai tanah untuk biaya berobat istrinya. Semenjak sakit dia tidak mampu lagi bekerja penuh, karena harus merawat istrinya.
Allah berkehendak, istrinya meninggal karena sakitnya. Hak Allah tentang mati yang tidak bisa ditolak siapapun. Tim #SedekahRombongan yang sudah survey ke lokasi rumahnya dapat PR baru, surat ancaman penyitaan rumah berlantai tanah itu karena utang yang senilai "hanya" 3 juta saja..
Bayangkan kejamnya riba:
Utang Pokok: 3.260.761
Bunga: 2.399.799
Denda: 2.499.325
Total Tagihan: 8.159.885!!
Astagfirullah... Ribanya (bunga dan denda) saja 4.899.124!!
60% dari total tagihan.. Gilaaa!
"Gak peduli istrimu sakit..
Gak peduli istrimu sekarat gak bisa berobat!
Gak peduli istrimu meninggal!
Gak peduli engkau buruh bangunan!
Pokoknya bayarrr!! Bayarrr!!
Atau rumahmu kami ambil!!"
Isi surat itu seperti berbicara demikian kejamnya..
Ya Allah.. Inilah bukti dari kebenaran ayat Quran dan hadist Nabi, tentang kenapa Riba diharamkan karena merenggut hingga ke sendi-sendi kehidupan..
Sudah ludes harta benda, kehilangan keluarga, harga diripun terhina dina..
Ayat Al Quran tentang riba:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan RIBA dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. [QS. Ali 'Imran: Ayat 130]
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ؕ ذٰ لِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ؕ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ؕ وَاَمْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ؕ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan RIBA. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan MENGHARAMKAN RIBA. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [QS. Al-Baqarah: Ayat 275]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. [QS. Al-Baqarah: Ayat 278]
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَـكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْ ۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ Jika kamu tidak melaksanakannya, maka UMUMKANLAH PERANG DARI ALLAH DAN RASUL-NYA. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan). [QS. Al-Baqarah: Ayat 279]
Inilah hadist Nabi tentang Riba:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan RIBA (rentenir), penyetor RIBA (nasabah yang meminjam), penulis transaksi RIBA (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi RIBA. Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” [HR. Muslim no. 1598]
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: “RIBA adalah tujuh puluh tiga dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya" (HR. Ibn Majah)
Nabi Muhammad SAW bersabda,
مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ "Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan." [HR. Ibnu Majah 2365]
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Jangan membuatmu takjub, seseorang yang memperoleh harta dari CARA HARAM, jika dia infakkan atau dia sedekahkan maka tidak diterima, jika ia pertahankan maka tidak diberkahi dan jika ia mati dan ia tinggalkan harta itu maka akan jadi bekal dia ke neraka.”
[HR ath-Thabarani dan al-Baihaqi]
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (MEMBAWA PADA KEHANCURAN), diantaranya... memakan RIBA"
[HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
-------
"Terus ini gimana mas? Koperasi simpan pinjamnya ngejar terus.." Tanya Faisal lagi.
"Besok ajak kurir yang punya akses debt colector itu.. Nego di kantornya agar bunga dan denda dihilangkan.."
"Bawa ambulance jenazah mas?"
"Sekalian keranda dan kain kafannya.." Jawab saya sekenanya..
Minggu pagi yang miris mengiris..
BERBISNIS SEJAK MAHASISWA, PAS WISUDA BERIKAN IJAZAH DAN DUA TIKET UMROH KEPADA ORANG TUA..
Saya mengenalnya sejak 5 tahun lalu, anak muda dari Aceh yang kuliah di Universitas Diponegoro Semarang. Tri Wahyudi namanya, sejak kuliah sudah gatel pengen bisa punya usaha sendiri. Padahal orang tuanya di Aceh berharap dia jadi mahasiswa yang fokus kuliah saja.
"Saya malu mas kalo sudah mahasiswa terus meminta-minta pada orang tua. Umur sudah 20 tahun, masak gak bisa cari uang sendiri. Saya berjanji untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu walau saya sambi dengan berwirusaha. Saya sukanya traveling, waktu itu merintis bisnis tour and travel. Saya bikin paket-paket wisata buat anak-anak SMA, mahasiswa hingga ibu-ibu pengajian. Dari tour ke Bali hingga wisata religi mengunjungi makam para wali. Saya hubungi mitra kerja yang punya bis dan armada lainnya, termasuk layanan rental mobil dengan sistem bagi hasil. Pokoknya nyaris tanpa modal.. "
Ceritanya waktu itu..
"Kamu bagi waktunya gimana waktu itu Tri, kan kuliah full juga ngejar biar lulus tepat waktu..?" Tanya saya
"Saya atur semua mas, senen-kamis itu habis kuliah saya muter nyebarin brosur, kalo ada waktu tour Jumat-Minggu saya kan libur kuliah, kalau kepepet saya minta ganti tim saya mendampingi. Jika ada yang pesen paket wisata saya siapkan data detailnya hingga pakai bis apa, saya ajak temen-temen mahasiswa untuk bantuin saya, nanti dapat fee profesional.."
"Kuliah akhirnya beres kan? Sibuk bisnis kuliah keteteran malah? Hehe.."
"Alhamdulilah selesai mas, malah pas wisuda saya kasih kejutan ke orang tua. Hasil bisnis saya sisihkan tabungannya, mereka datang dari Aceh saya persembahkan ijazah sarjana dan dua tiket umroh untuk mereka.. Waaah gak nyangka, sampai terharu benerr mereka.."
Mmm.. Luar biasa yaa, pukulan telak buat mahasiswa yang masih manja dan ngandelin orang tua. Hidup santai jauh dari rumah, berani-beraninya pacaran, pas nraktir makan masih pakai uang kiriman.... Beuuhh! Gak kereen maan!!
Dua bulan lalu saya ketemu dengan Tri Wahyudi lagi di WMM expo di Graha Sabha Pramana UGM, masih ramah dan ceriwis seperti dulu..
Obrolan kami dimulai lagi..
"Mas, saya sekarang pulang ke Aceh, usaha saya yang di Semarang sudah dikelola mitra saya, naah di Aceh saya merintis usaha serupa mas, Alhamdulilah sudah jalan juga. Naaah.. Saya juga mau bikin BMT mas, tapi bener-bener syar'i mas. Di Aceh para pedagang kecil banyak banget yang terjerat riba. Nah konsep BMT saya ini Mudharabah, bagi hasil mas.. Dan kami pantau setiap hari. Misal ada penjual ikan, kami pinjami 1 juta untuk modal, nanti bagi hasil 20% keuntungan kepada kami. Kalau rugi jualannya ya kami gak dapat apa-apa, nanti ada tim pendamping kami yang rutin berkeliling ke pasar-pasar, mengajari mereka menghitung laba, jadi bener-bener adil dan syar'i.."
"Saya yakin pasti ada jalan mas, BMT yang bener-bener syar'i, bukan sistem bagi hasil flat di depan mas.. Nanti jatuhnya riba lagi, gak ada bedanya dengan bunga bank.."
Mmmm... Luar biasa ya, kalau makin banyak anak-anak muda yang bergerak dan perduli pada sesama. Hidup yang gak egois, punya ilmu gak serakah disimpan sendiri, tapi juga dibawa untuk kemanfaatan bagi sesama..
Itulah yang bakal jadi amal jariyah nanti di akherat sana..
Bagaimana dengan dirimu?
Apakah yang sudah engkau lakukan untuk sesamamu?
Atau masih enjoy hidup manja dan belagu?
SARJANA TEKNIK SIPIL ITB, JADI TUKANG CUCI MOTOR HINGGA JURAGAN RAJA UDUK!
Dunia entrepreneur itu memang unik, kadang tampak begitu kejam, menyedihkan, diremehkan, namun dengan ketekunan jadi berujung pada sukses yang mengherankan!
Lulusan dari kampus bergengsi di Indonesia harusnya Rizal Kurniadi layak jadi karyawan di perusahaan multinasional atau di BUMN besar bagian membangun gedung megah, hotel atau jembatan layang.
ITB mewisudanya jadi Sarjana Teknik Sipil dengan IPK 3,2. Panggilan dunia wirausaha membuat Rizal memilih berjualan alat penghemat pulsa.
"Saat itu saya hanya punya hitungan di atas kertas, modal segini, untung segini. Langsung ambil keputusan tanpa menghitung resikonya. Dan benar, usaha pertama yang saya kira menjanjikan ternyata berujung pada kebangkrutan.."
Mmmm... Gak usah ngomong "kasihan yaa" itu proses, semua entreprenuer mengalami.
"Saya terus bekerja menjadi sales apartemen, kemana-mana bawa brosur yang akan saya jual. Lebih banyak yang meremehkan dibanding yang membeli, berbulan-bulan tanpa penjualan. Saya akhirnya mundur, mungkin ini bukan rejeki saya" lanjut Rijal.
"Saya memilih pulang ke Pontianak, tanpa membawa apa-apa, beberapa lama nganggur saya melihat ada kawan yang punya kafe rame, dibagian depannya ada space kosong lumayan besar. Saya minta ijin untuk membuka cucian motor sederhana disana. Jadi orang yang sedang makan di kafe itu motornya sambil saya cucikan. Saya kerjakan sendiri, saya cuci motor-motor itu, sudah hilang semua rasa malu, gak peduli dengan gelar dan ijazah Sarjana Teknik Sipil dari ITB. Makin hari makin makin banyak yang jadi langganan, saya makin kewalahan akhirnya saya mengambil kru untuk membantu saya. Usaha ini saya jalankan sampai 8 bulan, saya akhirnya menutupnya untuk mengejar impian lainnya.."
-MEMULAI BISNIS TANPA UTANG RIBA
"Masakan nasi Uduk ibu saya enak sekali, saya minta resepnya, dan saya niatkan untuk jadi usaha baru saya. Saya berdoa pada Allah agar ketemu orang yang mau membantu.
Alhamdulillah... Ada kawan lama yang jadi angel investor. Bener-bener kayak malaikat, dia memberi modal 50 juta, dan boleh dikembalikan kapan saja kalo bisnis sudah jalan tanpa bunga sedikitpun. Saya langsung bergerak, alat masak pinjam ibu, piring, gelas, meja, kursi saya pinjam bibi. Pokoknya 100 % modal dari pinjaman tanpa riba. Mungkin disitu mas keberkahannya.."
Saya tekun menyimak kisahnya waktu ngobrol di stand WMM Expo di Graha Sabha Pramana UGM 2 bulan lalu.. Seru sambil menikmati nasi uduknya dengan sambal pedas, tempe tahu teri dan ayam bakarnya.
"Saya memilih beras khusus yang bisa menyatu dengan bumbu uduknya, jadi rasanya khas. Ini 3 hari pemeran 90% saya bawa langsung dari Pontianak mas, tiap siang ngambil di bandara pakai cargo NamAir, jadi fresh, hanya tempe yang kami beli Jogja.."
"Diawal usaha saya bener-bener jadi boss dan kuli di usaha saya. Tidur di gudang beralas kardus, sebelum subuh sudah ke pasar untuk belanja bahan baku. Balik ke warung jualan sampai malam.. Berdarah-darah saya lewati, makin banyak langganan, makin banyak pesanan, sampai kami kewalahan.."
Makin seru..
"Sekarang saya sudah punya 3 warung Raja Uduk di Pontianak, sebulan punya omzet yang lumayan untuk menafkahi Karyawan saya 90 orang, dengan 400 ratus lebih ayam potong yang kami masak. Alhamdulillah ini adalah perjalanan panjang dunia entrepreneur.. Saya sudah menjalani, melewatinya, dan membuktikan bahwa usaha tanpa modal dari akad-akad riba akan banyak keberkahannya... " kata Rijal lagi..
Pertanyaan iseng saya diakhir obrolan itu..
"Dari omzet itu, dapat profit bersih berapa rata-rata Jal?"
"Sekitar 20% nya mas.."
Pasti yang baca ini langsung menghitungnya, yang gak canggih itungannya langsung ambil kalkulator, ketak ketik.. Ketak ketik.. Sok ngitung-ngitung rejeki orang, padahal diraih dengan berdarah-datah penuh perjuangan..
Laah rejekimu sudah diperjuangkan belum? Atau masih diatas dalam angan-angan tak berkesudahan?
Sampai kapaaan?
Langganan:
Postingan (Atom)





