Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 Mei 2016
REZEKI HALAL UNTUK KELUARGAKU
Sebuah tulisan di group telegram yang saya terima mengusik hati.. Sebagai lelaki, kepala keluarga, membaca ini pasti terusik.... Takuuuuuuttt jika ada harta haram yang ditelan oleh istri, anak dan keluarga kita..
Selamat membaca..
----------------
Catatan Untuk Kepala Keluarga...
Salah satu diantara musibah besar yang menimpa sebagian keluarga muslim adalah, penghasilan sang suami sebagai penanggung jawab nafkah dari sumber yang haram. Meskipun bisa jadi mereka terlihat tidur nyenyak, di rumah megah nan sejuk ber-AC, dengan mobil mewah anti debu dan polusi, namun sejatinya hati mereka tidak akan bisa tenang.
Sehebat apapun fasilitas yang mereka miliki, mereka tidak akan bisa menggapai ketenangan, layaknya orang yang berpenghasilan murni halal. Karena seperti itulah yang Allah nashkan dalam Alquran,
“Siapa yang berpaling dari peringatan yang Aku turunkan, dia akan mendapatkan kehidupan yang sempit…” (QS. Thaha: 124).
Sementara mereka yang bergelut dengan harta haram tidak jauh dari ayat ini.
Daging-daging Bahan Bakar Neraka
Dari Ka’ab bin Ujrah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak ada daging yang tumbuh dari as-suht, kecuali neraka lebih layak baginya.” (HR. Turmudzi 614 dan dishahihkan al-Albani).
Dalam riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma,
“Tidak akan masuk surga, daging yang tumbuh dari as-suht, maka neraka lebih layak baginya.” (HR. Ahmad 14032 dengan sanad jayid sebagaimana keterangan al-Albani).
Dimanakah Anda wahai para kepala keluarga! Halalkah pekerjaan Anda wahai para penanggung jawab nafkah! Jika Anda sangat mengkhawatirkan kesehatan mereka, sudahkah Anda mencemaskan keselamatan daging-daging mereka? Pernahkah Anda mengkhawatirkan anak dan istri Anda ketika mereka makan bara api neraka? Berusahalah mencari yang halal, dan jangan korbankan diri Anda dan tubuh Anda.
Syaikhul Islam mengatakan,
Makanan akan bercampur dengan tubuh dan tumbuh menjadi jaringan dan sel penyusunnya. Jika makanan itu jelek maka badan menjadi jelek, sehingga layak untuknya neraka. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, ‘Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.‘ Sementara surga adalah kebaikan, yang tidak akan dimasuki kecuali tubuh yang baik. (Ma’mu’ al-Fatawa, 21:541).
Mereka yang Cemas ketika Makan Harta Haram
Aisyah menceritakan,
Abu Bakar memiliki seorang budak. Pada suatu hari, sang budak datang dengan membawa makanan dan diberikan kepada Abu Bakar. Setelah selesai makan, sang majikan yang wara’ bertanya, ‘Itu makanan dari mana?’ Si budak menjawab: “Dulu saya pernah berpura-pura jadi dukun semasa jahiliyah. Kemudian aku meramal seseorang. Sebenarnya saya tidak bisa meramal, namun dia hanya saya tipu. Baru saja saya bertemu dengannya dan dia memberi makanan itu, yang baru saja tuan santap.” Seketika itu, Abu Bakar langsung memasukkan jarinya dan memuntahkan seluruh isi perutnya. Abu Bakar mengatakan,
Andaikan makanan itu tidak bisa keluar kecuali ruhku harus keluar (mati), aku akan tetap mengeluarkannya. Ya Allah, aku berlepas diri dari setiap yang masuk ke urat dan yang berada di lambung. (HR. Bukhari, 3554).
Kisah yang lain,
Abu Said al-Khadimy (ulama mazhab Hanafi, wafat: 1156H) meriwayatkan bahwa Imam Abu Hanifah menitipkan 70 helai kain kepada Bisyr untuk dijual di Mesir. Tidak lupa Abu Hanifah menulis surat kepadanya bahwa kain yang telah diberi tanda, ada cacatnya. Beliau juga memintanya untuk menjelaskan cacat tersebut kepada calon pembeli.
Setelah kembali ke Irak, Bisyr menyerahkan uang hasil penjualan kepada Abu Hanifah sebanyak 3000 keping dinar (± 12,75 kg emas, dengan asumsi 1 dinar=4,25 gr).
Lalu Abu Hanifah menanyakan kepada Al Bisyr, ‘Apakah satu kain yang cacat telah kamu jelaskan kepada pembeli saat menjual?
Bisyr menjawab, “Aku lupa”.
Syahdan sang imam (Abu Hanifah) berdiri, lalu mensedekahkan seluruh hasil penjualan 70 helai kain tersebut. Sebuah nilai yang sangat besar, 12,75 kg emas.
Untuk istri, Bantulah sang Suami untuk Mencari Nafkah yang Halal
Menyadari keselamatan nafkah keluarga ada di tangan suami, selayaknya setiap wanita berusaha memotivasi suaminya untuk mencari rezeki yang halal. Tunjukkan sikap qanaah (merasa cukup dengan apa yang halal) dan bukan menjadi tipe penuntut.
Bisakah Anda memahami, salah satu faktor suami Anda rela untuk bergulat dengan kerasnya hidup adalah dalam rangka membahagiakan Anda dan keluarga. Bila perlu, dia akan berikan seisi dunia ini kepada Anda, agar Anda bisa merasa bahagia bersamanya. Tak heran, sebagian lelaki pecundang, yang merasa tertuntut untuk membahagiakan keluarga, harus tega-tegaan merenggut harta haram, demi mendapatkan target kebahagiaan yang diharapkan. Dari pada pulang dengan disambut wajah cemberut sang istri, lebih pulang dengan harta haram.
Qanaah, itulah kata kuncinya. Merasa cukup dengan yang halal, itulah intinya. Letakkan arti kebahagiaan itu di hati Anda, bukan di mulut dan perut Anda. Karena kesenangan dengan stAndar mulut dan perut adalah ciri khas binatang.
Dulu para wanita, melepas kepergian suaminya yang hendak berangkat mencari nafkah dengan nasehat yang indah. Kalimat menyejukkan yang memberikan semangat luar biasa bagi sang suami untuk mencari nafkah dengan cara yang tidak melanggar syariat. Ketika sang suami hendak berangkat, mereka berpesan,
Wahai fulan (suamiku), berilah makanan yang halal bagi kami. Kami sanggup untuk menahan diri dengan bersabar dalam kondisi lapar. Namun kami tidak sanggup untuk bersabar dari neraka dan murka al-Jabbar (Dzat Yang Maha Mutlak Ketetapan-Nya).
Sikap semacam inilah yang selayaknya Anda tiru… mereka wanita-wanita sholihah, calon-calon bidadari surga. Menghiasai kecantikan dirinya denagn kecantikan akhlaknya. Betapa bahagianya sebuah keluaga dengan kehadiran mereka di tengah-tengah mereka. Tidakkah Anda ingin menjadi seperti dari mereka…?
Masih ada waktu untuk bertobat. Masih ada kesempatan untuk memahami transaksi riba dalam bisnis beserta turunannya. Pastikan setiap keringat yang Anda keluarkan untuk mencari nafkah keluarga bernilai berkah.
DUA PALING ATAS ITU YANG PALING NGERI
Kalo kamu pernah sholat di Masjid Daarut Tauhid Bandung pasti melihat jamaah yang rapi mengatur alas kakinya. Sepatu dan sandal berbaris rapi, memudahkan ketika nanti diambil lagi. Walaupun tampilan seperti etalase sandal sepatu di toko bakal memudahkan orang klepto untuk memilih dan mengambilnya, hehe..
Eits walau sudah dikasih tulisan takmirnya: DILIHAT ALLAH, DICATET MALAIKAT, DIREKAM KAMERA CCTV... Pasti tetep aja ada yang ilang, ini soal mental..
Terus bagaimana dengan hidup kita kalo tulisan itu ditempel di jidat? Aaah gak ngefek.. Kalo lagi butuh... kepepet, yang bisa dicolong pun diembat! Yang bisa dikorupsi langsung disikat! Yang bisa ditilep jelas disunat!
Tapi cobalah kita masukkan tulisan peringatan itu ke hati. Bahwa hidup harus hati-hati, karena Allah selalu mengawasi..
Hukum Allah itu ada bro, keburukan akan berbalas kehancuran, kebaikan akan berbalas keberkahan..
Ayatnya ada lho, bukti kalo kita dikawal malaikat kemana-mana:
"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.."
(Al-Qur'an Ar-Ra`d:11)
Hari ini awal memulai hari, berangkat mencari rejeki.. Ingat Allah melihat, malaikat mencatat, gak direkam CCTV buatan manusiapun Allah punya rekamannya untuk dipertanggungjawabkan kelak..
Jangan mengambil harta yang bukan hak kita, di dunia sudah membawa bencana, di akherat bagaimana pula?
Jangan mendzolimi orang lain berbisnis dengan cara haram, ingeeet ada neraka jahanam..
Jangan mainan riba demi gaya hidup dan pamer belaka, waspada janji Allah akan memusnahkan harta riba..
Kejar terus kebaikan demi kebaikan, buat sibuk malaikat pencatat di sebelah kanan..
biarkan malaikat di sebelah kiri jadi jadi pengangguran..
Salam,
INILAH SATU BUKTI, KENAPA RIBA DILAKNAT ALLAH DAN NABI..
Minggu pagi yang menyesakkan, pesan masuk dari Faisal salah satu kurir di #SedekahRombongan ke HP saya. Pasien diabetes akut yang baru akan kami santuni hari ini sudah meninggal dunia. Padahal baru kemarin sore dana kami cairkan agar bisa segera dibawa ke rumah sakit..
Foto yang dikirim dua hari lalu itu bikin nyesek yang melihat. Seorang ibu yang tidur di lantai, menahan sakit berbulan-bulan tidak punya ongkos berobat. Suaminya buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak tentu dan pas-pasan. Mereka harus berutang kepada sebuah "koperasi simpan pinjam"..
Istilah yang bagus, walaupun ada istilah keren dari para mantan debt colector yang saya kenal... Apa itu? RBH "Rentenir Berbadan Hukum!" kata mereka..
Buruh bangunan itu menggadaikan rumah satu-satunya yang berlantai tanah untuk biaya berobat istrinya. Semenjak sakit dia tidak mampu lagi bekerja penuh, karena harus merawat istrinya.
Allah berkehendak, istrinya meninggal karena sakitnya. Hak Allah tentang mati yang tidak bisa ditolak siapapun. Tim #SedekahRombongan yang sudah survey ke lokasi rumahnya dapat PR baru, surat ancaman penyitaan rumah berlantai tanah itu karena utang yang senilai "hanya" 3 juta saja..
Bayangkan kejamnya riba:
Utang Pokok: 3.260.761
Bunga: 2.399.799
Denda: 2.499.325
Total Tagihan: 8.159.885!!
Astagfirullah... Ribanya (bunga dan denda) saja 4.899.124!!
60% dari total tagihan.. Gilaaa!
"Gak peduli istrimu sakit..
Gak peduli istrimu sekarat gak bisa berobat!
Gak peduli istrimu meninggal!
Gak peduli engkau buruh bangunan!
Pokoknya bayarrr!! Bayarrr!!
Atau rumahmu kami ambil!!"
Isi surat itu seperti berbicara demikian kejamnya..
Ya Allah.. Inilah bukti dari kebenaran ayat Quran dan hadist Nabi, tentang kenapa Riba diharamkan karena merenggut hingga ke sendi-sendi kehidupan..
Sudah ludes harta benda, kehilangan keluarga, harga diripun terhina dina..
Ayat Al Quran tentang riba:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوا الرِّبٰٓوا اَضْعَافًا مُّضٰعَفَةً ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan RIBA dengan berlipat ganda dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung. [QS. Ali 'Imran: Ayat 130]
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ؕ ذٰ لِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ؕ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ؕ وَاَمْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ؕ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Orang-orang yang memakan RIBA tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan RIBA. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan MENGHARAMKAN RIBA. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. [QS. Al-Baqarah: Ayat 275]
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. [QS. Al-Baqarah: Ayat 278]
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَـكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْ ۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ Jika kamu tidak melaksanakannya, maka UMUMKANLAH PERANG DARI ALLAH DAN RASUL-NYA. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan). [QS. Al-Baqarah: Ayat 279]
Inilah hadist Nabi tentang Riba:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan RIBA (rentenir), penyetor RIBA (nasabah yang meminjam), penulis transaksi RIBA (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi RIBA. Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” [HR. Muslim no. 1598]
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: “RIBA adalah tujuh puluh tiga dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya" (HR. Ibn Majah)
Nabi Muhammad SAW bersabda,
مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ "Siapapun yang memperbanyak hartanya dari RIBA maka ujung akhir urusannya adalah kemiskinan." [HR. Ibnu Majah 2365]
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Jangan membuatmu takjub, seseorang yang memperoleh harta dari CARA HARAM, jika dia infakkan atau dia sedekahkan maka tidak diterima, jika ia pertahankan maka tidak diberkahi dan jika ia mati dan ia tinggalkan harta itu maka akan jadi bekal dia ke neraka.”
[HR ath-Thabarani dan al-Baihaqi]
Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Jauhi tujuh perkara yang membinasakan (MEMBAWA PADA KEHANCURAN), diantaranya... memakan RIBA"
[HR Bukhari 2766 & Muslim 89]
-------
"Terus ini gimana mas? Koperasi simpan pinjamnya ngejar terus.." Tanya Faisal lagi.
"Besok ajak kurir yang punya akses debt colector itu.. Nego di kantornya agar bunga dan denda dihilangkan.."
"Bawa ambulance jenazah mas?"
"Sekalian keranda dan kain kafannya.." Jawab saya sekenanya..
Minggu pagi yang miris mengiris..
KETIKA PARA BANKIR PENSIUN DINI
Bulan Agustus 2015 lalu saya diundang untuk mengisi seminar di sebuah bank swasta ternama di Indonesia. Sejak berhijrah meninggalkan riba, saya harus mulai memilih acara apa yang pantas saya isi. Gak semua disikat dan diembat hehe.. beberapa kali saya menolak mengisi seminar di bank karena temanya yang gak sreg di hati, seperti memberi motivasi untuk bagian kredit dan pelayanan agar mencapai target yang ditentukan! wataaaww… hehe, masak saya yang sering ngajak orang meninggalkan riba, sekarang justru memberi motivasi kepada mereka yang menawarkan riba.. nabrak dong! hehe..
Kalau seminar untuk para pensiunan bankir saya masih mau berangkat mengisi, ini ladang saya untuk bisa syiar secara halus disana. Walaupun mereka bankir, ketika pensiun mau memulai usaha saya tegas mengajarkan jangan pernah utang ke bank! hahaha.. eh malah ada beberapa yang japri tuh usai acara, mereka setuju untuk tidak utang ke bank. Sampai sekarang saya masih rutin mengisi seminar untuk calon pensiunan di beberapa bank BUMN.
Naah waktu seminar di hotel Santika Jogja waktu itu gantian saya yang kaget waktu masuk ruangan, ada 38 orang yang wajahnya masih segar bugar, belum ada yang ubanan seperti usia pensiun pada umumnya yang berkisar 55 tahun.
“Lhoo.. masih muda semua?! gak salah ini mau pensiun dini??” saya membuka acara untuk mencairkan suasana.
“benerrr… betuuul…” jawab mereka bersahutan sambil tertawa
“emang gak enak ya kerja di bank? masih seger-seger begini sudah keluar.. Kan gaji dan bonusnya gedee!” lanjut saya,
akhirnya suasana langsung cair saat ini..
Ternyata mereka adalah karyawan yang mengambil program pensiun dini, usia mereka dari 32 tahun sampai 40 tahun, bank ini baik hati membuatkan program pendampingan sebelum pensiun dini, dan diarahkan mereka membuka usaha sendiri.
Saya memulai materi seminar dengan tema entrepreneur, saya kasih contoh puluhan bisnis real yang ada di sekitar agar menarik perhatian, bahwa di luar sana banyak orang-orang kreatif yang bisa survive dengan membuka usaha sendiri. Usia bukan hambatan, Colonel Sanders pun memulai KFC di usia 60an tahun, hingga meninggal di usia 93 tahun, apalagi ini umur 30-40 an tahun, jalan masih panjang, masih darah segar!
Ketika sesi tanya jawab saya bertanya alasan kenapa berhenti bekerja di bank ini, mayoritas menjawab ingin mandiri dan buka usaha sendiri, ada seorang ibu yang kelihatan lebih senior akan pulang ke Semarang dan memilih untuk mengelola warung siomay milik keluarganya yang sempat terbengkalai. Ada yang dari Jogja, mundur dari bank dan akan berbisnis kerajinan yang akan disupply ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Ada juga yang merintis bisnis laundry kiloan.. semua sudah punya rencana bisnis masing-masing, dengan meninggalkan pekerjaan di bank.
Seminar itu saya akhiri jam 3 menjelang Ashar dengan memberikan konsep HIDUP MANFAAT, bekerja yang bukan asal bekerja tapi mengejar manfaat, agar cita-cita ‘khairunnas anfa uhum linnas’ nya tercapai..
Bener kan memang kata Buya Hamka, kalau hidup sekedar hidup babi di hutan juga hidup.. kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja. Dan kita adalah manusia bukan babi.. juga monyet! maka kejarlah manfaat.. dapatkan kerja dan usaha yang berpahala.
Usai foto bersama saya pamit, beberapa peserta mengejar saya hingga lobby depan, mereka berbisik..
“mas tadi ada HRD-nya disana gak enak, alasan terbesar untuk resign sih karena takut dosa riba mas…”
ciiiyeeeee… ciyeee.. malu-malu akhirnya ngaku!
Langganan:
Postingan (Atom)