Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2016

KERA NGALAM NADE..!


Arek Malang Edan! itu basa walikan-nya, Besok pagi ada seminar Pengusaha Tanpa Riba di Hotel Haris, gaya promosi cah Arema itu edan dan kewanen, kendel.. Singo Edan tenan!! Saya angkat tangan deh.. Ngeluss dodo.. Eh dada!

Syiarnya gak nanggung-nanggung, memasang baliho besar di jalan-jalan yang membuat shock banyak orang, bahkan ditelpon intel.. Setelah dijelaskan bahwa itu hadist Nabi malah akhirnya pak intel ikut join di Group WA Pengusaha Tanpa Riba, hehe..

Kata mas Ryan dan Mas Musa pentholan di sana, buanyak pengusaha di Malang yang tersadarkan. Dan semua berazam untuk membersihkan diri dari jeratan riba baik dalam usaha maupun kehidupan pribadi.. Walaupun 1 baliho yang dianggap sensitif diturunkan tadi sore, belum semua orang sanggup menerima.. Shock!

Kata mas Musa.. "Kami malah berharap banyak yang tersadarkan dengan baliho itu dan mau mencari tau apa itu Riba.."
Edaan!

Selain itu..
Makin banyak kisah-kisah ajaib yang jadi testimoni, seperti sebuah catatan ini dari pengusaha yang tobat riba, sayang untuk diliewatkan. Selamat membaca dan men-share...
----------------------------
"...SETELAH SAYA TAUBAT RIBA, BISNIS SAYA MELESAT..!"

(RIBA = Rusak Iman Bisnis Ancur)
Mentor bisnis saya, yaitu Bapak Purdi E. Chandra, owner Primagama Group, dulu sering menyelenggarakan seminar wirausaha dengan tema yang cukup fenomenal dan kontroversial, yaitu:
⚡”CARA GILA JADI PENGUSAHA”⚡

Didalam seminar itu, salah satu yang beliau dorong dan anjurkan adalah utang bank. Ada satu kata-kata yang masih saya ingat betul dan saya yakini kebenarannya dulu, yakni “Hutang Itu Mulia”.

Gimana gak mulia, tiap bulan kita ngasih uang ke bank, kasih angsuran dan bunga. Kan yang memberi lebih mulia dari pada yang menerima. Hmmm, masuk akal menurut saya, waktu itu.

Tapi, pengalaman mengajarkan lain. Ternyata riba itu menyengsarakan hidup saya, merendahkan saya di mata keluarga, dan menghinakan saya dihadapan masyarakat.

Lebih dari 13 tahun saya terjerat riba, yang akhirnya saya pun cabut dan komitmen untuk lepas dari riba. Diluar dugaan, tidak lama kemudian, mentor bisnis saya Bapak Purdi E. Chandra ternyata juga mendeklarasikan taubat riba, bisa dilihat videonya: https://www.youtube.com/watch?v=PS9SI20oKWM

Banyak pengusaha-pengusaha pemula yang masih bersikeras, tanpa bank mereka tidak bisa berkembang. Tanpa bank, darimana mereka mendapatkan modal.
Tanpa bank, bagaimana bisnis mereka bisa diselamatkan.

Kalau ingat mereka yang ngeyel2 ini, saya seperti bercermin dan melihat diri saya sendiri beberapa tahun yang lalu. Tanpa bank, gimana bisnis saya bisa berkembang, atau minimal masih bertahan.

Akhirnya, setelah saya taubat riba, justru yang terjadi, bisnis saya melesat. Saya membangun proyek property yang pendanaanya tidak dari bank dan skema kredit/KPR-nya juga tanpa bank.

Di bulan pertama jualan property, saya berhasil menjual 23 unit property yang menghasilkan profit Rp.3,5 Miliar, dan dalam setahun aset property saya meningkat menjadi Rp.10 Miliar. Saat ini proses pengembangan property lagi senilai Rp.40 Miliar. Dan semuanya, enaknya, ga perlu ngemis-ngemis minta diutangin bank.

Guru saya Bapak Heppy Trenggono, terjebak utang Rp.63 Miliar. Begitu taubat riba, dan transaksi bisnis pertama tanpa riba tanpa utang yang beliau bukukan adalah Rp.500 miliar, dan sekarang perkebunan sawitnya yang diperoleh dengan tanpa riba mencapai aset Rp.6 Triliun rupiah dibawah bendera PT. Balimuda Group. Beliau mendirikan IIBF (Indonesia Islamic Business Forum), merupakan wadah untuk menggembleng ribuan pengusaha2 pejuang anti riba.

Sahabat saya Tanto Abdurrahman dari Yogyakarta, ketika berumur 23 tahun sudah terlibat riba Rp.53 miliar. Begitu taubat riba, sekarang beliau memiliki berbagai usaha seperti pertambangan, tambak, percetakan, Biro haji Umroh, dll. Beliau sekarang juga mengelola 32 pondok pesantren tahfidz Qur’an dengan ribuan santri.

Ada lagi, mas Saptuari Sugiharto dari Jogja pemilik Kedai Digital, Pemenang Wirausaha Muda Mandiri, pengusaha muda, penulis buku, dan provokator bisnis yang sudah terkenal diseluruh Indonesia, juga sekarang menjadi pejuang anti riba yang tidak kenal lelah.

Ada lagi Bapak SAMSUL ARIFIN SBC, seorang mantan CEO perusahaan multinasional, melalui berbagai seminar wirausaha dengan gerakan #PengusahaTanpaRiba berhasil menggebrak dan menyadarkan ribuan pengusaha2 Indonesia untuk cabut dari riba selamanya.

Masih banyak orang-orang hebat yang sekarang menjadi pejuang-pejuang anti riba.

Masih ragu, bisnis tanpa utang bank itu bisa?
Masih memilih menggantungkan nasibmu pada utang bank?
Silakan, itu hak anda. Silakan nikmati saja hari-hari melihat kalender, menghitung hari jatuh tempo angsuran.

Mengingat ketika saya dibangkrutkan 12 kali karena riba, saya sangat bersyukur sekali, ini tandanya Allah masih sayang kepada saya. Dikasih waktu untuk sadar dan bertaubat. Mungkin kalau tidak dibikin bangkrut, saya akan terlena hidup dari riba, dan mati menanggung riba.

Jadi anda yang saat ini sedang bangkrut karena riba, lihat sisi positifnya, anda sedang diselamatkan Allah, agar tidak semakin jauh terjebak riba. Anda sedang dipanggil untuk mendekat kepadaNYA. Ingat, ini cara Allah menyayangimu.

Anda yang usahanya lancar karena riba, silakan introspeksi diri, didalam keharaman tapi bisnis anda dilancarkan. Apakah ini tanda-tanda Allah sudah mengabaikanmu? Jangan-jangan Allah sudah tidak mencintaimu?

Ingat sajalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala : “Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?” (QS. Qiyamah: 36)

Iya, semua ada pertanggung jawabannya. Jangan anda kira, Allah akan lupa menghisab, menghitung dan memberikan balasan untuk setiap rupiah uang riba yang kau makan beserta anak dan istrimu.

Jika peringatan ini telah sampai kepadamu dan kau memilih untuk menolaknya, silakan saja. Tapi ingatlah ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR. Muslim)

Mungkin ada yang menolak dengan mengatakan:”Negara aja punya utang, ratusan juta orang juga punya utang!”

Ingatlah, banyak orang yang melakukan bukan menjadi dasar bahwa hal tersebut adalah kebenaran. Ibarat seluruh manusia di dunia melakukan riba, maka tidak akan menjadikan riba itu menjadi halal untukmu.

Allah telah memperingatkan :
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (QS. Al-An’am 116)

Jadi, silakan! Apakah anda akan mengikuti kebanyakan orang yang setuju dengan sistem ribawi ? Ataukah anda memilih kembali ke jalan yang Allah ridhai ?

2 HARI KYAI TAKLUKKAN RIBA

Tulisan mas Pujiono di Purwokerto.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Saya kenal dengan beliau (seorang kyai) sudah 10 tahun, satu ketika tepatnya di bulan Februari 2015 setelah saya ikut seminar Pengusaha Tanpa Riba, beliau saya ajak diskusi tentang utang dan riba, ternyata beliau punya utang ke Bank sudah 12 tahun, dan utangnya cukup lumayan sampai beliau sudah 2 tahun tidak bisa mencicil hutangnya, sudah di datangi pegawai Bank berulang kali sampai bosan katanya..
Yang dijadikan agunan adalah sertifikat rumah beliau, sampai istrinya marah kepada pegawai bank "silahkan rumahnya di sita!”
Memang kyai ini pintar saat sering saya ajak diskusi tentang utang dan riba, beliau selalu mencari dalil pembenaran, bahasa halus "the ngeyeler” hehe!
Singkat cerita tanggal 25 Februari 2016 saya ajak beliau ke sebuah acara di Jogja tema "fiqih muamalah" yang di isi Ustadz Sidiq Al Jawi, beliau mulai tersinggung… hehe! selanjutnya tanggal 28 Februari saya ajak lagi beliau di acara seminar Pengusaha Tanpa Riba di Hotel New Saphir Jogja sehari full pagi sampai sore!

Beliau merasa tertampar oleh materi Ustadz Samsul Arifin dari Syariah Business Coach, dilanjut sorenya di hajar lagi babak belur oleh pembicara tamu mas Saptuari dengan bahasa khasnya, yang membawakan materi “Kembali Ke Titik Nol” kisah-kisah nyata orang yang berubah hidupnya setelah taubat dari riba.

Setelah acara selesai kami pulang ke Purwokerto, dari lokasi acara naik bus. Sepanjang perjalanan di dalam bus beliau diam tidak keluar satu katapun, hingga kami sampai tujuan, padahal berangkatnya perjalanan 3 jam Purwokerto-Jogja naik kereta beliau full tausiyah.

Alhamdulillah kemarin jam 12 siang saya dapat berita beliau baru pulang dari bank untuk eksekusi melunasi hutangnya, entah dapat uangnya darimana, apa beliau menjual hartanya atau dapat bantuan dari saudara. Beliau dapat info kalau saya mau berangkat ke Malang, tadi jam 15.00 ketemu saya di kantor dan beliau berkata:
”Alhamdulillah Ji, utangku neng bank wis tak lunasi, lan Alhamdulillah aku oleh rezeki di wei motor Honda Supra kon dijukut siki sadurunge maghrib”.

Syukron untuk Ustadz Samsul Arifin, mas Saptuari dan teamnya yang sudah menyampaikan ilmunya, akhirnya seorang Kyai dalam 12 hari sanggup melepaskan jeratan utang dan ribanya setelah ikut acara Pengusaha Tanpa Riba.

Salam juga dari pak Kyai untuk mas Musa, mas Ryan, dan team dari Malang yang kemarin ketemu beliau, kebetulan Kyai tersebut asli Malang..

Matur nuwun..

BERBISNIS SEJAK MAHASISWA, PAS WISUDA BERIKAN IJAZAH DAN DUA TIKET UMROH KEPADA ORANG TUA..



Saya mengenalnya sejak 5 tahun lalu, anak muda dari Aceh yang kuliah di Universitas Diponegoro Semarang. Tri Wahyudi namanya, sejak kuliah sudah gatel pengen bisa punya usaha sendiri. Padahal orang tuanya di Aceh berharap dia jadi mahasiswa yang fokus kuliah saja.

"Saya malu mas kalo sudah mahasiswa terus meminta-minta pada orang tua. Umur sudah 20 tahun, masak gak bisa cari uang sendiri. Saya berjanji untuk bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu walau saya sambi dengan berwirusaha. Saya sukanya traveling, waktu itu merintis bisnis tour and travel. Saya bikin paket-paket wisata buat anak-anak SMA, mahasiswa hingga ibu-ibu pengajian. Dari tour ke Bali hingga wisata religi mengunjungi makam para wali. Saya hubungi mitra kerja yang punya bis dan armada lainnya, termasuk layanan rental mobil dengan sistem bagi hasil. Pokoknya nyaris tanpa modal.. "
Ceritanya waktu itu..

"Kamu bagi waktunya gimana waktu itu Tri, kan kuliah full juga ngejar biar lulus tepat waktu..?" Tanya saya

"Saya atur semua mas, senen-kamis itu habis kuliah saya muter nyebarin brosur, kalo ada waktu tour Jumat-Minggu saya kan libur kuliah, kalau kepepet saya minta ganti tim saya mendampingi. Jika ada yang pesen paket wisata saya siapkan data detailnya hingga pakai bis apa, saya ajak temen-temen mahasiswa untuk bantuin saya, nanti dapat fee profesional.."



"Kuliah akhirnya beres kan? Sibuk bisnis kuliah keteteran malah? Hehe.."

"Alhamdulilah selesai mas, malah pas wisuda saya kasih kejutan ke orang tua. Hasil bisnis saya sisihkan tabungannya, mereka datang dari Aceh saya persembahkan ijazah sarjana dan dua tiket umroh untuk mereka.. Waaah gak nyangka, sampai terharu benerr mereka.."

Mmm.. Luar biasa yaa, pukulan telak buat mahasiswa yang masih manja dan ngandelin orang tua. Hidup santai jauh dari rumah, berani-beraninya pacaran, pas nraktir makan masih pakai uang kiriman.... Beuuhh! Gak kereen maan!!

Dua bulan lalu saya ketemu dengan Tri Wahyudi lagi di WMM expo di Graha Sabha Pramana UGM, masih ramah dan ceriwis seperti dulu..
Obrolan kami dimulai lagi..

"Mas, saya sekarang pulang ke Aceh, usaha saya yang di Semarang sudah dikelola mitra saya, naah di Aceh saya merintis usaha serupa mas, Alhamdulilah sudah jalan juga. Naaah.. Saya juga mau bikin BMT mas, tapi bener-bener syar'i mas. Di Aceh para pedagang kecil banyak banget yang terjerat riba. Nah konsep BMT saya ini Mudharabah, bagi hasil mas.. Dan kami pantau setiap hari. Misal ada penjual ikan, kami pinjami 1 juta untuk modal, nanti bagi hasil 20% keuntungan kepada kami. Kalau rugi jualannya ya kami gak dapat apa-apa, nanti ada tim pendamping kami yang rutin berkeliling ke pasar-pasar, mengajari mereka menghitung laba, jadi bener-bener adil dan syar'i.."

"Saya yakin pasti ada jalan mas, BMT yang bener-bener syar'i, bukan sistem bagi hasil flat di depan mas.. Nanti jatuhnya riba lagi, gak ada bedanya dengan bunga bank.."

Mmmm... Luar biasa ya, kalau makin banyak anak-anak muda yang bergerak dan perduli pada sesama. Hidup yang gak egois, punya ilmu gak serakah disimpan sendiri, tapi juga dibawa untuk kemanfaatan bagi sesama..
Itulah yang bakal jadi amal jariyah nanti di akherat sana..

Bagaimana dengan dirimu?
Apakah yang sudah engkau lakukan untuk sesamamu?
Atau masih enjoy hidup manja dan belagu?

SARJANA TEKNIK SIPIL ITB, JADI TUKANG CUCI MOTOR HINGGA JURAGAN RAJA UDUK!


Dunia entrepreneur itu memang unik, kadang tampak begitu kejam, menyedihkan, diremehkan, namun dengan ketekunan jadi berujung pada sukses yang mengherankan!

Lulusan dari kampus bergengsi di Indonesia harusnya Rizal Kurniadi layak jadi karyawan di perusahaan multinasional atau di BUMN besar bagian membangun gedung megah, hotel atau jembatan layang.

ITB mewisudanya jadi Sarjana Teknik Sipil dengan IPK 3,2. Panggilan dunia wirausaha membuat Rizal memilih berjualan alat penghemat pulsa.
"Saat itu saya hanya punya hitungan di atas kertas, modal segini, untung segini. Langsung ambil keputusan tanpa menghitung resikonya. Dan benar, usaha pertama yang saya kira menjanjikan ternyata berujung pada kebangkrutan.."

Mmmm... Gak usah ngomong "kasihan yaa" itu proses, semua entreprenuer mengalami.

"Saya terus bekerja menjadi sales apartemen, kemana-mana bawa brosur yang akan saya jual. Lebih banyak yang meremehkan dibanding yang membeli, berbulan-bulan tanpa penjualan. Saya akhirnya mundur, mungkin ini bukan rejeki saya" lanjut Rijal.

"Saya memilih pulang ke Pontianak, tanpa membawa apa-apa, beberapa lama nganggur saya melihat ada kawan yang punya kafe rame, dibagian depannya ada space kosong lumayan besar. Saya minta ijin untuk membuka cucian motor sederhana disana. Jadi orang yang sedang makan di kafe itu motornya sambil saya cucikan. Saya kerjakan sendiri, saya cuci motor-motor itu, sudah hilang semua rasa malu, gak peduli dengan gelar dan ijazah Sarjana Teknik Sipil dari ITB. Makin hari makin makin banyak yang jadi langganan, saya makin kewalahan akhirnya saya mengambil kru untuk membantu saya. Usaha ini saya jalankan sampai 8 bulan, saya akhirnya menutupnya untuk mengejar impian lainnya.."

-MEMULAI BISNIS TANPA UTANG RIBA
"Masakan nasi Uduk ibu saya enak sekali, saya minta resepnya, dan saya niatkan untuk jadi usaha baru saya. Saya berdoa pada Allah agar ketemu orang yang mau membantu.
Alhamdulillah... Ada kawan lama yang jadi angel investor. Bener-bener kayak malaikat, dia memberi modal 50 juta, dan boleh dikembalikan kapan saja kalo bisnis sudah jalan tanpa bunga sedikitpun. Saya langsung bergerak, alat masak pinjam ibu, piring, gelas, meja, kursi saya pinjam bibi. Pokoknya 100 % modal dari pinjaman tanpa riba. Mungkin disitu mas keberkahannya.."

Saya tekun menyimak kisahnya waktu ngobrol di stand WMM Expo di Graha Sabha Pramana UGM 2 bulan lalu.. Seru sambil menikmati nasi uduknya dengan sambal pedas, tempe tahu teri dan ayam bakarnya.

"Saya memilih beras khusus yang bisa menyatu dengan bumbu uduknya, jadi rasanya khas. Ini 3 hari pemeran 90% saya bawa langsung dari Pontianak mas, tiap siang ngambil di bandara pakai cargo NamAir, jadi fresh, hanya tempe yang kami beli Jogja.."



"Diawal usaha saya bener-bener jadi boss dan kuli di usaha saya. Tidur di gudang beralas kardus, sebelum subuh sudah ke pasar untuk belanja bahan baku. Balik ke warung jualan sampai malam.. Berdarah-darah saya lewati, makin banyak langganan, makin banyak pesanan, sampai kami kewalahan.."

Makin seru..
"Sekarang saya sudah punya 3 warung Raja Uduk di Pontianak, sebulan punya omzet yang lumayan untuk menafkahi Karyawan saya 90 orang, dengan 400 ratus lebih ayam potong yang kami masak. Alhamdulillah ini adalah perjalanan panjang dunia entrepreneur.. Saya sudah menjalani, melewatinya, dan membuktikan bahwa usaha tanpa modal dari akad-akad riba akan banyak keberkahannya... " kata Rijal lagi..

Pertanyaan iseng saya diakhir obrolan itu..
"Dari omzet itu, dapat profit bersih berapa rata-rata Jal?"

"Sekitar 20% nya mas.."

Pasti yang baca ini langsung menghitungnya, yang gak canggih itungannya langsung ambil kalkulator, ketak ketik.. Ketak ketik.. Sok ngitung-ngitung rejeki orang, padahal diraih dengan berdarah-datah penuh perjuangan..

Laah rejekimu sudah diperjuangkan belum? Atau masih diatas dalam angan-angan tak berkesudahan?
Sampai kapaaan?

KREATIF! "KERE TAPI AKTIF" JUALAN.. AKHIRNYA JADI JURAGAN!



Hehe! Bener lho.. Kalau mau punya usaha yang sukses maka harusss mau jualan!
Gak tau ilmunya... Ya Belajar!
Gak semangat.. Ya dipaksa!
Maluu... Ya putusin urat malunya!
Minder... Buang mindernya ke got!

Tanyalah ke banyak pengusaha yang sekarang bisnisnya eksis, mereka akan bercerita proses perjuangannya.. Dari dulu kere gak punya apa-apa, jadi sekarang punya usaha.
Kalau dirimu baru gagal sekali dua kali sudah ngeluh berulang kali, apa kata dunia?!

2010 lalu ada seorang produser di Metro TV meliput bisnis saya di Jogja, namanya Arnas.. Bercerita kegalauannya jadi karyawan di televisi yang kerjanya diporsir siang malam. Saya tantang dia untuk berani buka usaha sendiri..

Orang-orang yang berani menerima tantangan itu gak banyak ngomong, sekali sumbu dinyalakan langsung.. WUUUUSSS!! DUAAARRR!!

Beda sama looser, lebih banyak ngeluh, ngeles, mencari alasan bahwa dia memang orang yang tidak mampu, tidak berdaya, tidak punya modal, golongan fakir miskin yang layak dikasihani, padahal bisa fesbukan dan jago selfian..
Ngeluuuuh teruss!!

What you think it will happen...
"Aku ini seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku" kata Allah begitu tuh..



Jadinya gini:
Aku gak bisa jualan... (Yess engkau memang gak bisa jualan!)
Aku ini miskin.. (Yess engkau memang miskin)
Aku ini gak punya modal.. (Yess engkau gak bakalan punya modal!)
Usahaku gak bakal suksess.. (Yess memang tak akan suksess)

Allah tinggal meng-iyakan! Maka kun fayakun.. Semua pikiran buruk itu akan jadi kenyataan!

Beda dengan FIGHTER! Mereka punya visi dan langit yang bersatu.. Kun Fayakun! Jadilah.. Berbaik sangka pada Allah!

"Ya Allah Engkau Maha Kaya, kuatkan aku di usahaku, berkahi dengan rejeki halal berlimpah, hingga aku bisa menafkahi anak-anak yatim di sekitarku!"

Jadi tuh! Jadi! Berbaik sangka kepada Allah... maka Allah tinggal ketuk palu, kirim malaikat, dan pintu-pintu kemudahan akan terbuka!

Arnas yang kreatif, kemarin sore dia ngontak saya.. Usai resign dari produser di Metro TV dia memulai usaha, dari Rumah Madu, PH, dan yang terbaru adalah BangNana Chips. Dalam Sebulan sudah minimal 14.000 kemasan terjual.. Sadizz!!

Mau tau visi dia?
"Saya bikin program Gerakan 500 mas! Tiap beli Bangnana chips maka bersedekah 500 rupiah untuk pembangunan Desa Quran di Jawa Barat.."

Kun Fayakun! BOOOM!
Orang-orang positif akan dimenangkan oleh Allah!

Bagaimana denganmu kawan?
Sudah kreatif menuju jalan jadi juragan?
Atau masih terus jadi pecundang yang tiap hari ngeluh sebagai orang kalah yang butuh belas kasihan?